Sabtu, 07 Februari 2015

HIDUP TENTRAM DENGAN QANA’AH

http://123456.blogspot.com/
HIDUP TENTRAM DENGAN QANA’AH

Assalamualaikum wr.wb.
Sebagimana kita ketahui bersama bahwa dalam realitas kehidupan, tidak sedikit manusia saat ini selalu mengukur kesempurnaan seseorang hanya dilihat dari sisi kehidupan dunia semata, dan mengabaikan sisi kehidupan di negeri akhirat kelak. Bahkan pada akhirnya mereka berasumsi, bahwa memiliki harta yang berlimpah, status sosial yang tinggi dimasyarakat adalah jaminan untuk hidup tentram. Pandangan tersebut muncul karena telah terjebak pada paham materialisme yang selalu mengedepankan aspek materi sebagai alat ukur dalam menilai segala sesuatu.
Islam mengajarkan kita pada umatnya bahwa kehidupan didunia adalah tempat kita bercocok tanam. Sedang akhirat adalah tempat kita menuai hasil. Namun demikian Islam tidak pernah melarang umatnya untuk berikhtiar mengais rezeki dunia sebagai amal ibadah , bahkan bekerja adalah salah satu kewajiban yang di syariatkan dalam Islam.
Allah swt Berfirman :"Apabila telah ditunaikan Shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi, dan carilah karunia ALLAH sebanyak-banyaknya dan ingatlah ALLAH banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS Al-Jum'ah : 10).
Beriman kepada Allah swt, tentunya kita akan mematuhi semua Perintah-Nya dan melaksanakan apa-apa yang dikehendaki-Nya,menyerahkan segala urusan secara total kepada-Nya dan ikhlas menerima apapun yang diberikan-Nya. Dengan demikian kita akan memperoleh ketenangan, kedamaian dan akan tentram menikmati kehidupan dengan Qana’ah
Qana’ah adalah merasa puas dan ikhlas menerima dengan senang hati apapun yang diberikan Allah swt kepada kita. Apakah bentuk pemberian tersebut sesuai dengan keinginan kita atau tidak. Dengan satu keyakinan bahwa kenyataan itulah yang terbaik dan paling manfaat bagi kita, sebab hanya Allah swt yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksanadan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Allah swt Berfirman :“Barangsiapa Bertaqwa kepada ALLAH, Niscaya DIA akan mengadakan baginya jalan keluar .” (QS. At Thalaq : 2)
Ketaqwaan adalah muara yang mengalirkan berbagai macam amal shaleh, orang yang bertaqwa adalah kekasih Allah swt, hidupnya dikelilingi kebaikan, disaat bahagia maupun saat duka, mereka tidak merasa takut atau cemas saat yang lain merasakannya. Hati mereka terang terpancar darinya cahaya Iman menyebar keseluruh penjuru, karena apapun pemberian Allah swt selalu disikapi dengan penuh qana’ah.
Muslim sejati akan senantiasa berdoa dan menyampaikan hajat-hajatnya kepada Allah swt, Kemudian ia berusaha dengan ikhtiar maksimal untuk mendapatkan apa yang diharapkannya, sebab hakikat doa adalah usaha. Sunatullah jika didunia ini selalu berlangsung proses causa prima (tidak ada akibat tanpa sebab), tidak ada hasil tanpa kerja keras, dan tidak ada pahala tanpa melakukan amal shaleh.
Demikian juga pemberian Allah swt tidak turun begitu saja kepada hamba-Nya, kecuali harus ada sebab musababnya. Oleh karena itu antara doa dan usaha tidak bisa dipisahkan, karena doa dan usaha dan perkenan Allah swt bertemu dalam satu titik, saat itulah apa yang menjadi keinginan hamba-Nya akan diturunkan.
Namun demikian bahwa doa dan usaha ini harus disertai dengan tawakkal yaitu penyerahan diri dari segala urusan kepada-Nya, dengan satu keyakinan bahwa Allah swt pemilik kekuasaan tertinggi di atas hamba-hamba-Nya, dan Maha mengatur segala urusan.
Allah swt Berfirman:“Dan DIA memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, Dan Barangsiapa Bertawakkal kepada ALLAH, Niscaya ALLAH akan mencukupi Keperluannya. Sesungguhnya ALLAH melaksanakan Urusan-Nya. Sungguh ALLAH telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu” (QS. At Thalaq : 3).
Tawakkal bukan berarti berdiam diri menyerah pada kenyataan, dan tidak mau merubah keadaan, akan tetapi tawakkal adalah bentuk kesadaran, yang lahir dari lubuk hati yang dalam dari keyakinan puncak seorang hamba kepada Allah swt. Bahwa sesungguhnya manusia hanya bisa berencana, berdoa dan berusaha, namun hasil akhir dan mutlak adalah semua atas kehendak Allah swt.
Ketika kita memulai doa dan usaha, saat itu juga tawakkal harus senantiasa menyertai keduanya. Karena doa dan usaha yang tidak dibarengi dengan tawakkal akan bermuara pada kekecewaan dan keputusasaan.
Setelah doa dan usaha maksimal yang disertai tawakkal sudah ditunaikan, maka apapun bentuk hasilnya, sesuai harapan atau tidak, kita harus menerimanya dengan ikhlas dengan senang hati dan lapang dada, karena itulah yang terbaik Allah swt berikan. Ikhlas menerima apapun yang di berikan-Nya, itulah inti Qana’ah kitapun akan dibebaskan dari kesedihan dan keputusasaan, hidup pun tentram tanpa ada beban.
Sebaliknya bila qana’ah menurun dan terabaikan, maka hawa nafsulah yang akan meningkat dan pada akhirnya bermunculan berbagai penyakit –penyakit jiwa, frustasi, stres, defresi dll, yang diakibatkan oleh hasrat duniawi dan dorongan hawa nafsu serakah yang tidak terpuaskan. Itulah betapa pentingnya qana’ah harus dimiliki bagi setiap muslim.
Sering kita jumpai bahkan terkadang terjadi dalam kehidupan kita sendiri, sulit menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan ,tentunya kita harus mulai belajar dan mencoba menerima keadaan tersebut dengan penuh Qana’ah, karena dengan jalan inilah kita akan senantiasa mendapat ketentraman dalam kehidupan ini, dan mampu bersyukur dalam segala keadaan.
Allah swt Berfirman : “Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan Beriman, Maka pasti akan KAMI berikan kepadanya kehidupan yang baik, Dan KAMI beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. AnNahl : 97).
Saudaraku yang di Rahmati Allah swt, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua, yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haqWatawa saubil shabr “.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin…Walhamdulillah Rabbil’alamin Jazzakumullahukhayran wa Barakallahu fiikum.
Beibz Jelita
http://123456.blogspot.com/
Tidak ada komentar:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar